Daftar Cek Masalah (DCM)

A. Konsep Dasar Daftar Cek Masalah

Daftar Cak Masalah merupakan seperangkat daftar pernyataan kemungkinan masalah yang di susun untuk merangsang pengutaraan masalah, yang pernah atau sedang dialami individu. Daftar Cek Masalah (DCM) Di kembangkan Oleh Ross L. Mooney berisi 330 butir pernyataan masalah yang terbagi dalam 1 bidang masalah, dimana setiap bidang masalah berisi 30 butir pernyataan masalah di tambah satu bidang masalah lain-lain yang berisi 3 (tiga) butir pertanyaan terbuka

Bidang-bidang yang ada pada butir DCM meliputi:

  1. Kesehatan dan perkembangan fisik ( Health and Physical Developmen )
  2. Keadaan penghidupan keuangan ( Finance, Living condition and Emploment ) atau FLE
  3. Reaksi dan Hobi ( Social and Recreation Activities ) atau SRA
  4. Kehidupan sosial dan keatifan berorganisasi ( Social physicological relation ) Atau SPR
  5. Hubungan Pribadi ( Personal Physicological Relations ) atau PPR
  6. Muda-mudi ( Couetship Sex and Marriage ) atau CSM
  7. Kehidupan Keluarga ( Home and fameli ) atau HF
  8. Agama dan Moral ( Moral and Religion ) atau MR
  9. Penyesuaian terhadap Sekolah ( Adjusment to Collenge Work ) atau ATW
  10. Masa depan dan Cita-cita Pendidikan/jabatan (The Future Vocational and Education ) atau FVE
  11. Penyesuaian terhadap Kuriklum ( Curriculum and Teaching Procedures )
  12. Lain-lain

Namun setelah diadopsi ada beberapa perubahan untuk yang disesuaikan dengan kultur di Indonesia.

B. Petunjuk Penggunaan

Sebelum menggunakan DCM guru bimbingan dan konseling harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

  1. Mengecek kelengkapan buku DCM dan lembar jawaban DCM.
  2. Tentukan tempat yang nyaman untuk mengisi data.
  3. Pastikasiswa mengisi dengan jujur untuk mendukung keabsahan data. Jika data valid,
  4. maka program yang disusun akan sesuai dengan kebutuhan nyata siswa.

C. Peran dan Fungsi Konselor

Pada proses assesmen menggunakan DCM, konselor memiliki peran dan fungsi sebagai;

  1. Perencanaan yaitu mulai dari menetapkan tujuan, pelaksanaan assesmen, menetapkan peserta didik sebagai sarana assesmen, menyediakan angket DCM dan lembar jawaban sesuai jumlah pederta didik sasaran dan membuat satuan layanan asessment DCM
  2. Pelaksanan yaitu, memberikan verbal setting ( menjelaskan, tujuan, manfaat dan kerahasiaan data ) memalui peserta didik dalam cara mengerjakan sehinggandapat dipastikan seluruh peserta didik mengisinya dengan benar.
  3. Melakukan pengolahan data mulai dari membuat tabulasi, menghitung, merangking dan mengklasifikasikan persentase, membuat grafik persentase, membuat deskripsi analisis kualitatif hasil DCM
  4. Melakukan tindak lanjut dari hasil assesmen dengan membuat program layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik.

D. Analisis Data melalui Excel

Untuk mempermudah dalam menganalisis dari instrument Daftar Cek Masalah dapat menggunakan software excel yang telah dikembangkan.

Pada software excel ini telah dikelompokkan setiap babnya mulai dari bagian maslah Kesehatan, Masalah ekonomi dan seterusnya.

Hal pertama yang harus dilakukan ketika kegiatan analisis data menggunakan DCM adalah sebagai berikut;

  1. Merubah Data base

Pengisian identitas konseli pada database ini penting dilakukan untuk menentukan data yang valid pada data laporan individu. Pada bagian data base terdapat kolom nomor, nama, kelas, sekolah, jenis kelamin, tanggal pelaksanaan tes, dan umur. Pengisian pada data base dapat dilakukan manual atau copy paste dari softfile absen yang telah dimiliki sebelum. Penting untuk dilakukan adalah data pada data base harus sama dengan data nama pada setiap bagian sub masalah.

  1. Menginput data angket DCM pada excel

Setelah menyebarkan instrument DCm saatnya data angket itu dimasukan pada software excel yang telah tersedia. Pada angket siswa diminta memberikan tanda silang pada item soal yang sesuai dengan keadaaan dirinya. Proses input isi per bab masalah dimulai dari masalaah kesehatan sampai masalah muda-mudi dan asmara. Pada proses input konselor diminta memberikan angka sati pada item yang silang oleh siswa.

Konselor pada lembar excel pada bagian masalah kesehatan memberikan angka 1 pada item no 2 dan 9 sedangkan nomor yang lain tetap kosong. Konselor hanya diperkenankan memberikan angka 1 pada item-item soal yang dipilih yang tidak dipilih mohon dibiarkan kosong saja. Konselor wajib memindahkan seluruh data yang terisi dalam angket pada lembar excel yang tersedia. Setelah data sudah dipindah semua, berarti input data sudah selesai sehingga data lapotran individu sudah jadi. Hanya untuk analisis kelompok harus diinput manual.

  1. Laporan Individu

Setelah Konselor menginput seluruh data DCM. Konselor dapat membuka lembar excel LAPORAN INDIVIDU. Laporan ini dapat berubah otomatis setelah konselor mengganti NO sesuai dengan jumlah siswa yang tertera dalam data base. Sebagai contoh diatas adalah subyek siswa no 2 akan muncul data masalah dari individu tersebut. Data individu in dapat digunakan oleh konselor sebagai dasar konseling individu, konseling kelompok atau bimbingan kelompok. Pada setiap laporan individu terdapat Grafik. Pada lajur yang horizontal terdapat angka 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11,12 ini merupakan symbol dari bab masalah dalam DCM. Ketika membaca DCM adalah semakin tinggi grafik pada salah satu bab masalah berarti individu tersebut memiliki banyak masalah pada bab tersebut, sebagai contoh diatas adalah grafik tertinggi pada indicator no 10 (Masalah Jabatan Masa Depan). Berrati siswa tersebut memerlukan layanan dalam Masalah Jabatan Masa Depan atau bidang Karir.

  1. ANALISIS KELOMPOK

Pada lember kerja excel analisis kelompok berikut ini dilakukan secara manual. Data pada tebel ini harus diganti secara cermat dan teliti. Grafik akan berubah secara otomatis jika datanya dalam table sudah diganti. Beberapa hal yang perlu diperhatikan :

M   = adalah jumlah keseluruhan siswa (sesuai dalam data base)

N   = jumlah item pernyataan pada setiap bab masalah (sesuai dengan buku DCM)

Mn = jumlah seluruh siswa – jumlah siswa yang tidak bermasalah

Contoh dalam Bab Masalah Kesehatan. Jumlah seluruh siswa adalah 34. Dari 34 siswa ini. Terdapat 4 siswa yang tidak memilih satu item pun dalam bab masalah kesehatan. Berarti 34 – 4 adalah 30. Maka pada kolom Mn Pada bab kesehatan tuliskan angka 30

NM = Jumlah seluruh item soal dalam bab masalah – item soal yang sama sekali tidak ada siswa yang memilih.

Contoh dalam bab Masalah Kesehatan, jumlah seluruh item soal pada bab Masalah. Kesehatan adalah 25 item soal. Dari Jumlah soal 25 ini terdapat 6 soal yang tidak ada yang dipilih sama sekali. Data ini bisa dilihat pada lembar kerja bab Masalah kesehatan di kolom tabel paling bawah pasti terdapat angka nol, Angka nol berarti tidak ada yang memilih. Maka jumlah soal 25 dikurangi yang item bernilai Nol (0) adalah 6, jawabannya adalah 19. Maka pada kolom Nm Bab Masalah Kesehatan berikan angka 19.

  1. Merancang Program melalui DCM
  2. Setelah data kelompok sudah terisi maka grafik akan otomatis berubah
  3. Sebagai dasar penyusunan program adalah dengan pendekatan segera dan kekinian.

Ketika menyusun program bimbingan dan konseling dengan DCM prinsip prioritas sangat ditekankan. Maka sebagai dasar penyusunan program adalah grafik paling tinggi priotaskan diletakkan pada bulan awal tahun ajaran baru dan grafik paling rendah diletakkan di bulan akhir tahun ajaran. Sebagai contoh sebagai berikut :

Hal yang perlu diperhatikan adalah waktu efektif dalah 1 tahun pelajaran. Tanpa mengurangi esensi seluruh bab masalah dalam DCM. Misalnya Pada bulan Desember waktu efektifnya 2 minggu maka program yang direncakan tidak harus 4 layanan (ekuivalen 1 minggu 1 layanan)

  1. Setelah mampu medeskripkan stabndar prioritas masalah yang harus segera ditangani maka konselor menentukan masalah apa saja yang hendak dilayani untuk dirancang rencana layanan atau satual layanannya
  2. Penjabaran kegiatan Layanan Berdasarkan Assesment DCM

Permasalahan kebutuhan ini didasarkan pada data setiap bab masalah. Item soal pada sebuah bab masalah yang banyak dipilih siswa mengindikasikan bahwa banyak siswa dalam kelompok ini memiliki masalah pada item soal tersebut. Item yang banyak inilah yang layak dijadikan layanan baik dalam bentuk klasikal atau kelompok.

  1. Merancang Program tahunan

Setelah mampu merancang deskripsi masalah dengan jelas. Maka konselor dapat menjabarkan pada program tahunan. Pada penyusunan program tahunan diisi tidak begitu mendatail. Jabaran Program yang lebih mendetial dilakukan pada program bulanan, mingguan dan harian. Jadwal harian ini penting dibuat untuk membuat kejelasan apa yang Dilakukan dalam sehari-hari.

Berikut dilengkapi lampiran file .xlsx yang dapat di-download CONTOH MASALAH AGAMA DAN MORAL